728 x 90

Kebakaran Pasar Tradisional di Bandung Kerap Terjadi, Ini Penyebabnya

Kebakaran Pasar Tradisional di Bandung Kerap Terjadi, Ini Penyebabnya
Kebakaran Pasar Tradisional di Bandung Kerap Terjadi, Ini Penyebabnya

BANDUNG, MQFM).- Penasehat Asosiasi Pedagang Pasar Rakyat Iim Ruhimat mengatakan, penyebab kebakaran pasar tradisional di kota Bandung yang kerap terjadi harus segera diatasi. Iim menilai, bila kembali terulang, selain para pedagang, masyarakat pembeli akan mengalami kerugian yang besar. Ia menyoroti instalasi jaringan listrik yang belum sesuai dengan SOP pemasangan dari PLN.

“Fenomena kebakaran pasar tradisional itu terjadi akibat PD Pasar kurang peka dalam menerapkan SOP jaringan listrik. Pengaturan jaringan listrik bukan pada kondisi yang tidak baik, itu sama sekali tidak teratur, tidak rapi.” katanya.

Ketua Koperasi Pengurus Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Bakti Bangsa ini juga menyebut, PD Pasar Tradisional harus tegas dan bertanggungjawab mengatur jaringan-jaringan listrik di area pasar. Selain itu, Iim mengatakan, jika ada kios atau pedagang kaki lima yang memasang jaringan listrik tidak sesuai, perlu ditindak tegas dengan memutus kabelnya.

Sementara itu, adanya pembakaran sampah di lingkungan pasar juga disebut-sebut menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran. “Pasar itu bukan tempat pembakaran sampah, PD Pasar harus tahu itu. Kondisi di lapangan sudah banyak yang membuang sampah ke pasar, yang lama-lama jadi menumpuk.” ujarnya.

Ia memaparkan, pasar kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat dan pembeli yang berkunjung ke pasar. Pembakaran sampah di pasar, menurut Iim, rawan memicu kebakaran. “Ada yang berkunjung ke pasar sekalian membuang sampah juga.”

Iim mengatakan, kondisi pasar tradisional saat ini bisa dibilang masih kurang diperhatikan dan seolah-olah dibiarkan. Padahal, menurutnya, pasar tradisional adalah tempat ekonomi rakyat berkembang. Iim berharap, pemerintah bisa kembali menumbuhkan gairah dan marwah pasar tradisional. Pasalnya, keumuman ekonomi rakyat 50 persennya berputar di pasar tradisional. (rep: Mufida)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

@mqfmbandung

MQFM On Youtube


Jadwal Sholat



Sponsorship


?>