728 x 90

Hijrah Dalam Keluarga

Hijrah Dalam Keluarga
Hijrah Dalam Keluarga

Secara umum, hijrah terbagi menjadi dua kelompok:

 

  • hijrah fisik, seperti hijrah dari negara kafir ke negara Islam
  • hijrah hati. yaitu hijrah kepada Allah dan Rasul-nya. Ini merupakan pokok hijrah dan kewajiban bagi setiap muslim dan di setiap waktu. Mengenai hijrah ada di dalam QS. Adz-Dzariyat : 50 “Allah berfirman berlarilah segera kepada Allah, menuju Allah..”. Inti hijrah hati ada dua, hijrah kepada Allah dan kepada Rasulullah. Hijrah hati merupakan hijrah yang paling penting. 

 

 

Hijrah hati yang pertama yaitu hijrah kepada Allah, meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintai Allah, dari kecintaan kepada selain Allah menuju kecintaan kepada Allah.

Misalkan di dalam sebuah keluarga, jangan sampai kecintaan kita kepada ibu atau makhluk melebihi kecintaan kita kepada Allah. Ingatkan hal-hal yang membuat anak menjadi paham bahwa segalanya milik Allah.

Kunci yang tidak kalah pentingnya dalam keluarga yaitu bagaimana membimbing keluarga dengan ilmu, pahamkan pada anak, hubungkan setiap persoalan kepada Allah.

Hijrah hati yang kedua yaitu hijrah kepada Rasul, ini hijrah yang sangat berat. Hijrah kepada Rasul itu hijrah kepada aturan nabi, aturan Rasul kita. Ini sangat berat, karena orang yang menitinya dianggap asing. Diantara manusia sendiri pun dinilai asing. Ini harus dipahamkan juga dalam keluarga.

Hijrah hati dan hijrah fisik bisa dilakukan secara bersamaan. Misalkan ketika ada seseorang yang ingin hijrah hati, tetapi lingkungannya tidak aman untuk dia melakukan hijrah hati. Maka ia boleh melakukan hijrah fisik, mencari lingkungan yang lebih baik.

Perjalanan kehidupan di dunia memang selalu ada tantangan. Nabi mengatakan “Untuk meraih nikmatnya surga siap dengan kesulitan..”. Kesulitan itu dihadapi di dunia. Saat kita hendak hijrah kepada Allah dan RasulNya meninggalkan semua kesenangan-kesenangan yang sifatnya hawa nafsu, kesenangan-kesenangan yang sifatnya di akhirat menjadi kedzaliman, nerakanya Allah Ta’ala, maka kita harus senantiasa memohon satu hal yaitu pertolongan kepada Allah. Kedua dekatkan diri kita dengan orang-orang yang sholeh, perbanyak ilmu karna ilmu yang akan membimbing kita dari kebathilan menuju yang haq. Di dalam keluarga pun demikian, siapa yang menjadi tanggung jawab kita perhatikan betul, kita bawa mereka semua dalam kebaikan. Wallahu’alam bisshawab.

 

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>